Pengaruh Broken Home Terhadap Pertumbuhan Psikologis Remaja

Pengaruh Broken Home Terhadap Pertumbuhan Psikologis Remaja! Remaja merupakan fase di mana anak-anak mengalami peralihan menuju dewasa. Biasanya dalam fase itu anak-anak mulai mencari jati diri dan membutuhkan bimbingan dari orang terdekat seperti orang tua. Di sini orang tualah yang akan dianggap sebagai panutan seorang anak. Namun ketika hubungan orang tua tidak harmonis atau memilih jalan perceraian biasanya akan berpengaruh terhadap psikologis anak. Pengaruh itu bukan hanya berbentuk negatif tapi ada juga yang positif. Berikut ini pengaruh broken home terhadap pertumbuhan psikologis anak dalam bentuk negatif.

"<yoastmark
Broken Home
  • Cenderung lebih emosional

Sebagian anak yang berasal dari keluarga broken home akan mengalami pertumbuhan negatif seperti jadi pemurung. Hal itu dikarenakan seorang anak membutuhkan perhatian orang tua. Akibat haus perhatian seorang anak memiliki emosi tidak stabil karena merasa kecewa dengan keadaan sehingga mudah marah. Simak informasi berita terbaru lainnya di internet.

  • Perkembangan sosialisasi seorang anak

Dalam hal ini biasanya sebagian anak korban keluarga ini mengalami kesulitan untuk bergaul karena kurang percaya diri. Namun ada pula yang lebih agresif saat berhadapan dengan lawan jenis terhusus remaja putri.

  • Pengaruh terhadap kepribadian seorang anak

Remaja yang berasal dari keluarga broken home atau dari keluarga yang tidak harmonis cenderung berperilaku nakal, ada pula yang sampai terjerumus obat-obat terlarang. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pelarian seorang anak.

  • Depresi

Tidak sedikit remaja atau seorang anak yang mengalami berbagai gangguan akibat keluarga berpisah. Salah satunya depresi. Depresi bisa berpengaruh terhadap mood, pikiran, aktivitas sehari-hari, dan perilaku seorang anak. Hal itu terlihat dari cara anak berinteraksi dengan lingkungan, terlihat murung, tidak semangat belajar, dan lebih parah lagi menutup diri.

APA KENDALA DARI AKIBAT BROKEN HOME?

  • Masalah kesehatan

Kebanyakan masalah yang dihadapi oleh anak dari broken home tidak hanya berkaitan dengan psikologis dan mental saja. Anak dari akibat perceraian cenderung emosional, stres, dan hal itu memicu kesehatan seperti keluhan sakit kepala dan bahkan asthma.

Baca juga : http://mccoyinsurancegroup.us/stop-melakukan-body-shaming/

Itulah beberapa dampak negatif yang sering dialami oleh anak berasal dari keluarga broken home. Sebaiknya sebagai orang tua harus waspada dan tetap mencurahkan kasih sayang terhadap anaknya, walaupun rumah tangganya telah berakhir di meja hijau.

shares